INAI

6th April 2015

 INAI

 ▪ Apa itu inai ?

henna artInai yang sering digunakan untuk mewarnai kuku, rambut, atau juga digunakan untuk melukis di telapak tangan adalah hasil dari olahan daun dari tumbuhan yang bernama inai atau henna, nama ilmiah tumbuhan ini adalah Lawsonia Inermis.

▪ Bagaimana proses pembuatan inai?

Cara membuat inaipun tidak sulit, hanya dengan melumatkan daunnya kemudian tempelkan pada permukaan kuku yang hendak diwarnai. Di India, Maroko, Arab Saudi, Turki, Mesir, Afghanistan, Irak, Iran, dan Somalia, inai menjadi tanaman perkebunan.Di negara-negara ini, daun inai diolah menjadi serbuk untuk pewarna sutera dan wol, semir rambut, juga untuk lukisan tato tidak permanen. Sementara, bunganya yang mengandung minyak atsiri diolah menjadi bahan baku minyak wangi.

HUKUM BERHIAS DENGAN INIAI

Berikut kami papaparkan penjelasan Syaikh Utsaimin terkait permasalahan ini:

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin t berkata: “Tidak apa-apa berhias dengan memakai inai, terlebih lagi bila si wanita telah bersuami di mana ia berhias untuk suaminya. Adapun wanita yang masih gadis, maka yang benar hal ini mubah (dibolehkan) baginya, namun jangan menampakkannya kepada lelaki yang bukan mahramnya karena hal itu termasuk perhiasan.

Banyak pertanyaan yang datang dari para wanita tentang memakai inai ini pada rambut, dua tangan atau dua kaki ketika sedang haidh. Jawabannya adalah hal ini tidak apa-apa karena inai sebagaimana diketahui bila diletakkan pada bagian tubuh yang ingin dihias akan meninggalkan bekas warna dan warna ini tidaklah menghalangi tersampaikannya air ke kulit, tidak seperti anggapan keliru sebagian orang. Apabila si wanita yang memakai inai tersebut membasuhnya pada kali pertama saja akan hilang apa yang menempel dari inai tersebut dan yang tertinggal hanya warnanya saja, maka ini tidak apa-apa.” (Majmu’ Fatawa wa Rasail Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin, 4/288)

▪ Hukum yang terkait permasalahan penggunaan kutek.

Apakah sah wudhu orang yang menggunakan kutek?

Pertanyaan senada pernah ditanyakan kepada syaikh Al Utsaimin. Berikut pertanyaan dan penjelasannya:

Apakah hukum wudhunya orang yang menggunakan kutek pada kuku-kukunya ?

Jawaban:

Sesungguhnya kutek itu tidak boleh dipergunakan wanita jika ia hendak shalat, karena kutek tersebut akan menghalangi mengalirnya air dalam bersuci (pada bagian kuku yang tertutup oleh kutek itu), dan segala sesuatu yang menghalangi mengalirnya air (pada bagian tubuh yang harus disucikan dalam berwudhu) tidak boleh dipergunakan oleh orang yang hendak berwudhu atau mandi, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman.

فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ

“Artinya : Maka basuhlah mukamu dan tanganmu”. [Al-Maidah : 6]

Jika wanita ini menggunakan kutek pada kukunya, maka hal itu akan menghalangi mengalirnya air hingga tidak bisa dipastikan bahwa ia telah mencuci tanganya, dengan demikian ia telah meninggalkan satu kewajiban di antara beberapa yang wajib dalam berwudhu atau mandi.

Adapun bagi wanita yang tidak shalat, seperti wanita yang mendapat haidh, maka tidak ada dosa baginya jika ia menggunakan kutek tersebut, akan tetapi perlu diketahui bahwa kebiasaaan-kebiasaan tersebut adalah kebiasaan wanita-wanita kafir, dan menggunakan kutek tersebut tidak dibolehkan karena terdapat unsur menyerupai mereka.

[Fatawa wa Rasa'il Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin, 4/148]

✒✒✒✒✒

Lajnah daimah juga ditanya tentang hukum inai

Pertanyaan.

Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta’ ditanya : Diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang maksudnya : Tidak sah wudhunya seseorang bila pada jari-jarinya terdapat adonan (sesuatu yang dicampur air) atau tanah. Kendati demikian saya banyak melihat kaum wanita yang menggunakan inai (pacar) pada tangan atau kaki mereka, padahal inai yang mereka pergunakan ini adalah sesuatu yang dicampur dengan air dalam proses pembuatannya, kemudian para wanita itu pun melakukan shalat dengan menggunakan inai tersebut, apakah hal itu diperbolehkan ?. Perlu diketahui bahwa para wanita itu mengatakan bahwa inai ini adalah suci, jika ada seseorang yang melarang mereka.

Jawaban.

Berdasarkan yang telah kami ketahui bahwa tidak ada hadits yang bunyinya seperti demikian. Sedangkan inai (pacar) maka keberadaan warnanya pada kaki dan tangan tidak memberi pengaruh pada wudhu, karena warna inai tersebut tidak mengandung ketebalan/lapisan, lain halnya dengan adonan, kutek dan tanah yang memiliki ketebalan dapat menghalangi mengalirnya air pada kulit, maka wudhu seseorang tidak sah dengan adanya ketebalan tersebut karena air tidak dapat menyentuh kulit. Namun, jika inai itu mengandung suatu zat yang menghalangi air untuk sampai pada kulit, maka inai tersebut harus dihilangkan sebagaimana adonan.

[Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta : 5/217]

—————————

▪ Ringkasan

  1. Sah wudhu seseorang yang menggunakan inai baik di kuku, rambut atau kulit.
  2. Berdasarkan pengalaman pribadi, kutek yang berbentuk cair/gel (biasa dijual di toko-toko herbal dengan gambar tangan yang dilukis) atau yang bertuliskan ”water proof” ini menghalangi dari terkenanya permukaan kulit, kuku, atau rambut dari air wudhu, sehingga tidak sah wudhu seseorang

Tambahan keterangan dari Syaikh Utsaimin :

saya ingin menerangkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuhlah) kakikmu sampai dengan kedua mata kaki” [Al-Maidah : 6]

Di sini terkandung perintah untuk membasuh anggota wudhu dan mengusap bagian yang harus disapu serta mengharuskan untuk menghilangkan sesuatu yang menghalangi mengalirnya air pada anggota wudhu, karena jika terdapat sesuatu yang dapat menghalangi mengalirnya air pada anggota wudhu, berarti orang itu belum mebasuh atau mengusap bagian itu. Berdasarkan hal ini kami katakan : Jika seseorang menggunakan minyak pada anggota wudhunya, misalnnya minyak itu akan menjadi beku hingga menjadi suatu benda padat, maka pada saat itu wajib baginya untuk menghilangkan benda padat itu sebelum ia membersihkan anggota wudhunya, sebab jika minyak itu telah berubah menjadi benda padat maka hal itu akan menghalangi air untuk sampai pada kulit anggota wudhu, dan pada saat itulah wudhunya dianggap tidak sah.

Sedangkan jika minyak itu tidak berubah menjadi benda padat, sementara bekasnya masih tetap ada pada anggota wudhu, maka hal ini tidak membatalkan wudhu, akan tetapi dalam keadaan seperti ini hendaknya seseorang mengencangkan tekanan telapak tangannya saat membasuh atau mengusap anggota wudhu tersebut, karena umumnya minyak itu bisa mengalihkan aliran air, bahkan bisa jadi bagian anggota wudhu tidak terkena air jika tidak ditekankan saat membasuh atau mengusapnya.

[Fatawa wa Rasa'il Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin, 4/147]

_________________________

✏ Abu hamzah Rifqi

Sumber copas: FIK &  WBF
W S C

Rp 35.000
Order Sekarang » SMS : 087756527919
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMadu Asyraf
Harga Rp 35.000
Lihat Detail »
sale
Rp 260000
Order Sekarang » SMS : 087756527919
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangLock 4
Harga Rp 260000
Lihat Detail »
Rp 10.000
Order Sekarang » SMS : 087756527919
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeCL1
Nama BarangCelak
Harga Rp 10.000
Lihat Detail »
Rp 5.000
Order Sekarang » SMS : 087756527919
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMasker Jebuk Sari
KonsumenRp 5.000
Grosir 1 Pak (20 pcs)Rp 75.000
Lihat Detail »
sale
Rp 135.000 200.000
Order Sekarang » SMS : 087756527919
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeVS1
Nama BarangVirgin She
Harga Rp 135.000 200.000
Lihat Detail »
base
Rp 160.000
Order Sekarang » SMS : 087756527919
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPaket Perawatan Pengantin
Perawatan Pengantin Paket IRp 160.000
Perawatan Pengantin Paket IIRp 220.000
Lihat Detail »
Rp 8.000
Order Sekarang » SMS : 087756527919
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangGaram Spa
Harga Rp 8.000
Lihat Detail »
habis
Rp 130.000
Order Sekarang » SMS : 087756527919
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangNano Spray Vicell
RetailRp 130.000
Grosir 6 pcsRp 120.000
Lihat Detail »

Hubungi kami

081259259026
087756527919
7EAC8166
085649884430